Thursday, April 08, 2010

Diskusi dengan penganut Buddhist (1)

Disini aku mau sajikan hasil tukar pikiran yang sangat menarik antara aku dan 2 orang sahabatku buddhist.. Mudah-mudahan berguna bagi pembaca sekalian. Silakan memberikan komentarnya mengenai topik yang disampaikan....

Hendry :
Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Kamu adalah pencipta, kamu adalah pembentuk dirimu sendiri. Kamulah yang maha tinggi, karena kamu mampu mewujudkan segalanya. Tapi kamu pula lah yang menghancurkan dirimu sendiri, meremukkan rencana-rencan dan kehidupanmu sendiri. Oh betapa kamulah yang maha agung, Sang Pikiran....

Aku :
Boleh nanya g bro? Bagaimana jika aku berpikir bahwa aku tidak ada? Maka si aku menjadi tidak ada, dengan demikian, tidak ada pikiran karena tidak ad aku yang berpikir. Kesimpulannya, tidak ada Sang Pikiran??

Hendry :
Dengan berpikir bahwa kamu tidak ada, maka kamu sudah berpikir. Dengan kamu sedang berpikir, maka kamu ada. Oleh sebab itu pikiran itu juga ada.

Aku :
Berarti pernyataan: kamu adalah apa yg kamu pikirkan, terbantahkan?? Krn ketiadaan diri tdk dapat terwujud jd, pikiran mensyaratkan adany diri agar pikiran dapat eksis begitu? Lalu mana yg benar, apakah kita hanyalah sang pikiran atau kita adalah individu personal yang berpikir? Mönggo komenny :D

Hendry :
Waw,dalam sekali bro.Tentu saja konteks di atas melekat pada yang berpikir,maka pikiran itu akan ada. Dengan tidak adanya pikiran,maka tidak ada yang dipikirkan, dengan tidak ada yang dipikirkan,maka pikiran itu tidak ada. Pernyataan terakhir ini melekat kepada semua yg tdk berpikir. Oleh karena itu kita adalah personil yang dilekati pikiran.Sbnrnya prnytaanku di atas bernada konotatif lho,yg lbh brsifat k praktis keseharian. Mlh dbawa k filsafat y bro,haha..salut.

Aku :
Wadaw sory bro baru blz, td tertidur wkwkkwk..!Jd, km setuju bhw pikiran hny dmiliki oleh diri personal...Skrg aku balik pertanyaannya, apakah mungkin si aku bisa memilih utk tidak berpikir? (org2 sakit mental yg menderita gangguan berpikir tdk termasuk kategori ini).....

Btw, santai aj bro, namanya jg bertukar pikiran, lagian status yg km buat itu bermuatan filosofis kan? Oh iya, aku krg paham mksdny "pernyataanku bernada konotatif, lbh bersifat ke praktis keseharian". Emank ad makna yg lbh dlm lg? Blh g aku dikasih tahu? Hehehe....

Hendry :
Haha... sebenarnya tulisan awal di atas itu untuk mengeneralisasikan bahwa pikiran itu adalah pembentuk karakter dan segala sesuatunya, kesuksesan dan kehancuran itu yang menentukan adalah pikiran. Ide, gagasan, peradaban, agama, kepercayaan, tatanan sosial dan lain sebagainya yang membentuknya juga adalah pikiran, penghancurnya juga adalah dari ... See morepikiran. Jadi sebenarnya tidak ada muatan filosofis di dalamnya, justru bermaksud ke arah yang praktis. Pemikiran yang sebenarnya sangat simple sekali.

Untuk jawaban filosofis darimu, aku coba jawab ya....Seseorang bisa saja memilih untuk tidak berpikir. Tapi kenyataannya akan selalu berpikir. Jadi aku bawa konteks berpikir dan "adanya pemikiran" ini adalah untuk orang yang berpikir. Tidak berpikir, berarti tidak terdapat pikiran di sana, dan tidak akan ada pemikiran yang dihasilkan di sana. Misalkan benda mati. Atau mungkin orang gila (ia tidak berpikir apakah ia berpikira atau tidak berpikir).

Aku :
sangat mengesankan.., malah menurutku setiap hal yg praktis selalu mempunyai latarbelakang filosofis. Dtingkat filosofislah kt belajar apakah smua yg kt pikirkan itu benar dan layak.. Peradaban2 manusia sdh membuktikan smua itu..

Sekadar contoh, di jaman pramodern, pd level praktis para wanita sgt dbatasi hak dan posisinya, hal ini terjadi krn pemikiran yg memandang wanita lbh rendah kodratnya dbanding pria. ...

Namun ternyata skrg smua sdh berubah, wanita memiliki kodrat yg setara, hal ini terjadi bukan muncul tiba2 tp krn ad proses berpikir ketika kita berfilsafat., begitu lo...Jd siap sedia membuka pikiran agar dpt menerima perubahan...

Oh iya mw nambahin bro..,hehehe,menurutku pernyataan, "kamulah yg mahatinggi, krn kamu mampu mewujudkan segalany", bukanlah termasuk ungkapan praktis melainkan pure ungkapan filsafat..

[BERSAMBUNG]

Sunday, January 25, 2009

Pulau Kalimantan tempat tinggalku

Pulau Kalimantan..

Betapa tidak asing nama itu terdengar bagiku.

Pulau Kalimantan bukanlah pulau yang sangat istimewa jika
dibandingkan dengan beribu-ribu pulau yang mengelilinginya.
Tidak pula berbeda dengan kebanyakan pulau di daerah khatulistiwa, kecuali ukurannya yg besar dan banyaknya sungai yang meliuk-liuk bagaikan ular. Hanya itu.

Kau tahu, belum terlalu lama aku mengenal pulau ini. Akupun baru mengetahui bahwa nama "Kalimantan" berarti Sungai Besar. Entah siapa yang pertama kali menyebutnya demikian. Oh iya aku juga ingat bahwa dulu ada bangsa asing yang sempat berlayar ke pulau ini. Mereka memberikan pulau ini sebuah nama yaitu Borneo. Adakah kaitannya dengan kerajaan Brunei di Utara Kalimantan? Akupun kurang mengetahuinya secara persis.

Kalimantan...., apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata itu?

Slamet, salah seorang kenalanku di pantai selatan menjawab, "Oh.. Kalimantan itu sangat angker. Penuh hal-hal mistik disana ya".

Adapula Galuh dari pangandaran membalas, "disana banyak gadis-gadis yang cantik heheheee."

kamipun terkekeh mendengar jawaban Galuh.

Tan Kian, temanku dari kepulauan Riau pun ikut-ikutan bersuara, "Jangan salah, disana orangnya kaya-kaya."

George yang pendiam, malu-malu walau terbata-bata tidak bisa menahan hasratnya untuk ikut memberikan penilaian meski bahasa Indonesia nya pas-pasan, "I think Borneo or Kalimantan is a beautiful place of nature but people there masih.. masih... be..lum mengenal a modern life, i..i..ya khan..???"

Kamipun terdiam mendengar jawaban George. Entah diam karena kurang mengerti apa yang dikatakannya atau terdiam karena kata-katanya.

Jelas bagiku... aku terdiam karena mendengar kata-katanya. Sebentar aku pun merenung.

Apakah yang terjadi disana....??? Mengapa teman-temanku bisa memberi komentar-komentar demikian tentang Pulau Kalimantan? Menurutku tidak ada yang keliru dengan pendapat mereka. Itulah pendapat yang sudah mereka dengar dari dulu.

Sementara itu, apakah yang akan aku katakan tentang Pulau Kalimantan seandainya pertanyaan itu di lontarkan padaku?

Maka, akupun akan menjawab sederhana, "Pulau Kalimantan, disanalah tempat tinggalku."

Sementara semua pertanyaan dan perhatian mulai tertuju kepadaku, maka itulah saatnya aku berdiri dan menceritakan kepada Dunia tentang pulau Kalimantan dan segala sesuatu yang terkandung didalamnya. Itulah tugasku sebagai Putra dan Putri Kalimantan.

Arti Menjadi Orang Dayak

Aku tidak pernah menyangka akan terlahir ke dunia dari keluarga orang Dayak. Ayahku seorang Ngaju dan ibuku Ma'anyan. Seandainya boleh, aku pasti tidak memilih demikian. Sebagai seorang anak yang lahir dalam generasi yang sudah mengenal modernisasi - seperti anak2 yg lainnya - , jika boleh aku ingin sekali dilahirkan dari keluarga orang Bule. Mungkin bagi sebagian orang lucu.. tapi itulah pikiran yg pernah terlintas pada masa kecilku.

Kau tahu mengapa...?? Sejak kecil aku sudah mengenal dunia luar.. dan aku pikir dunia luar itu jauh lebih hebat ketimbang dunia ku sendiri. Walaupun aku tinggal di sebuah desa kalteng, aku mampu memandang keluar.

Alhasil, semasa kecil aku tidak pernah mengenal asal-usul ku. Warisan nenek moyangku kurang aku perhatikan. Aku merasa bosan dengan segala acara tradisional yang dilakukan oleh kakek nenekku. Bahkan aku sempat berpikir bahwa ritual mereka itu salah satu bentuk penyembahan berhala. Apalagi belajar bahasa. Aku pikir, mengapa belajar bahasa dayak, toh teman2ku tidak memakainya lagi di kampungku.

Itulah aku.....

Sekarang aku telah menjadi dewasa dan pergi merantau ke negeri orang. Ternyata baru sekarang aku menyadari betapa aku kehilangan identitas di negeri orang.
Apakah mungkin aku menyebut diriku orang Bule padahal tidak ada sama sekali ciri2 fisiknya...??
Atau orang Cina? atau orang selain orang Dayak..???
Aku tidak dapat membohongi diriku sendiri.

Jika kamu percaya pada Tuhan pasti kamu sepakat denganku bahwa kelahiran kita bukan kebetulan.

Aku agak menyesal karena sekarang, malah di negeri orang aku belajar menggali warisan nenek moyangku. Aku juga sempat berpikir menyalahkan keluargaku, mengapa mereka tidak pernah mengajarkan aku budaya yang seharusnya aku warisi. Namun semua sudah terjadi.

Setelah aku mempelajari dan menyelami budayaku sendiri, budaya Dayak, baru aku mengerti bahwa Dayak itu tidaklah seperti yang "mereka" katakan. Sekarang setelah aku menjadi dewasa, aku memberi rasa hormat dan kagum atas segala pencapaian yang dilakukan oleh nenek moyangku. Betapa kaya dan indahnya harta yang mereka wariskan kepada kita. Pandangan hidup, Kesenian, Pendidikan, Kekayaan Budaya.. sungguh sangat agung.

Setelah semua ini, tidak bisa aku merasa malu lagi sebagai orang Dayak atau malah bersikap tidak peduli.
Ini adalah tugas bagiku untuk melanjutkan warisan yang sudah dipercayakan oleh nenek moyangku.

Dunia luar perlu diperkaya oleh khasanah warisan budaya Dayak dan aku harap aku pun sebagai anak Dayak dapat menyumbangkan setetes madu bagi dunia.

Monday, August 27, 2007

Astrology.....?:?:

Hmm... gw punya kisah neh...
dulu, gw ga percaya ma yg namanya astrologi atw ilmu klenik perbintangan...

sebagai org yg bpikiran rasional, gw menolak astrologi krn gw anggap ga irasional.
ide astrologi bahwa pgerakan dan posisi bintang dan planet bisa menentukan karakter dan nasib manusia, sehingga,
karakter n nasib seseorang bisa diketahui dengan mengetahui bintang dan planet yang mempengaruhi kelahirannya..
demikian juga, astrologi mengklaim bisa menentukan pasangan yang cocok sesuai kombinasi bintang yang mempengaruhi tiap manusia...

menurut gw, bintang yg letaknya beratus-ratus tahun cahaya ga mungkin bisa menentukan keadaan dibumi..
trus klo mau tau,
rasi bintang], kelompok bintang2 yg membentuk suatu gambar tertentu dilangit ternyata jarak tiap2 bintang tuh berbeda-beda alias jaraknya relatif antar bintang yg satu dengan yg lain.. lagian Rasi Bintang itu membentuk gambar 2 dimensi padahal langit itu brbentuk 3 Dimensi dengan Waktu sebagai dimensi ke-4...

So.. klaim Astrolog itu mengada-ada dan irasional....

Nah teman2 itu Dulu....

Gw menutup sama sekali pikiran gw pada Astrologi...

Tapi sekarang karena semangat Postmodern yang sedang melanda dunia , gw kembali menoleh pada ilmu tertua didunia itu... ya benar Astrologi adalah ilmu tertua didunia.. dari astrologi maka lahirlah astronomi....

sekarang gw malah terkaget2 setelah gw ngebaca deskripsi tentang zodiak gw.. Kq bisa ya 80% deskripsi zodiak itu mirip sekali dengan karakter gw...,

Menurut Astrologi, zodiak gw itu Gemini..
Sifat Gemini itu seperti kisah saudara kembar Castor dan Pollux dalam mitologi Yunani..

Alkisah, mereka itu anaknya Zeus dan adalah dua kesatria gagah berani dan tidak dapat dipisahkan namun, Castor ditakdirkan mati krn dia merupakan hasil perkawinan antara Zeus dan Seorang wanita Makedonia.. makanya Pollux yang imortal (krn ibunya seorang dewi) tidak terima dengan kematian Castor dan meminta Zeus agar Pollux bisa bertemu dengan Castor. Sayangnya, Zeus tdk mengabulkan permintaan itu malah Zeus memisahkan mereka dengan mengirim Pollux ke gunung Olympus dan Castor ke Hades...

Gw juga baru tau, knp org2 jaman dulu klo bercerita pst memakai mitos dan legenda.. ternyata mitos itu bukan cerita omong kosong, mengada-ada dan dibuat2... setiap mitos dan legenda berusaha menyampaikan suatu kebenaran tertentu dengan bentuk yg dimengerti oleh org awam - cara yg efektif untuk mewariskan kebenaran - kepada generasi berikutnya...

Kembali lagi ke Mitologi Castor dan Pollux..
Mitos itu berusaha menjelaskan bahwa
1. Gemini tuh bersifat mendua artinya, jauh didalam diri seorang Gemini terdapat keinginan untuk mencari kembarannya atau dirinya yg lain.
2. Gemini tuh susah ditebak sifatnya dan suasana hatinya cepat berubah.
3. Gemini tuh kadang2 bisa bersifat sangat spiritual dan bisa juga bersifat sangat duniawi.


selain itu menurut Astrologi, Gemini itu memiliki element udara yg bsifat mutable atw berubah-ubah artinya adalah:
1. Gemini tuh pada dasarnya intelek, kreatif, moody, dan multitalent.
2. Gemini tuh menyukai interaksi sosial, berbakat secara verbal, menyukai suasana baru. Gemini tdk menyukai rutinitas.
3. Gemini tuh menyukai lingkungan kerja yg hangat dan mengijinkan kreatifitas.
4. Gemini tuh suka berpetualang bahkan dalam hal percintaan, gemini suka mencoba, tujuannya untuk mencari dirinya yg lain.
5. Gemini tuh suka melakukan hal2 yg tidak biasa atw yg dianggap aneh, gila, brilian, hebat oleh org lain.
6. Gemini tuh suka mencoba hal2 baru tapi enggan mendalami satu bidang tertentu.
7. Gemini tuh menganggap berbohong itu tdk apa2.
8. Gemini tuh suka berdebat dan berdiskusi, gemini pd dasarnya tidak menyukai belajar diam..
9. Gemini tuh tidak tetap pendirian dan kadang2 plin-plan
10. Gemini tuh memiliki imajinasi tinggi
11. Gemini tuh, pertama kali kita bertemu dgnnya, tampaknya orgnya asik dan enak diajak bicara tp setelah kt mengenalnya, kt mungkin kecewa krn kadang sifatnya tiba2 berubah.
12. Gemini tuh rentan diserang penyakit paru-paru, kecapaian, depresi, dan stress.
13. Gemini tuh bisa menerima berbagai kenyataan hidup yang kontradiktif.
14. Orang srg mengeluh klo gemini tuh ga bisa dipahami..padahal Gemini sendiri pun susah memahami dirinya sendiri.
15. Dll

Loe bisa lanjutin daftar diatas...

Hampir semua hal diatas itu sesuai dengan karakter gw dan.. gw ga mgkn lg menyangkal Astrologi..

Tp, ada praktek Astrologi yg gw tolak yaitu:
Meramal nasib seseorang (seperti yg ada dimedia) --> ini jelas2 gw tolak!

So, mnurut lo apakah Astrologi itu benar???